Senin, 14 Desember 2009

Love to meet my lips at night crawling (Bibirku menjemput cinta di saat malam merayap)


BY : YIYIN N HEART (DUAL VERSI ENGLISH-INDONESIA)


Love to meet my lips at night crawling

Bibirku menjemput cinta di saat malam merayap


Is the soul will be extinguished like a candle that dies?

Apakah jiwa akan padam seperti lilin yang mati?


Or sentence fragments remaining for a quiet longing?

Ataukah masih tersisa penggalan kalimat untuk sebuah rindu yang senyap?


As if understand when show quiet whispers and singing ....

Andaikah mengerti ketika terbesit bisik dan nyanyi sunyi ….


As the afternoon just to be in pain,
Ketika siang hanya menjadi kesakitan,


And tonight was no longer giving beautiful dreams,

Dan malam tak lagi memberi mimpi-mimpi indah,


For if every breath is stale?
Untuk apakah setiap napas pengap ini?





Love to meet my lips at night crawling
Bibirku menjemput cinta di saat malam merayap


When the castle in the air flying to the roof of the room,

Ketika khayalan kosong terbang ke atap kamar,


My face turned blood is boiling,
Wajahku menengok darah yang mendidih,


Where were left,
Dimanakah masih tertinggal,


Because of my chest just a grudge,
Karena dadaku hanya sebuah dendam,


Time of love lost,
Sisa dari cinta yang hilang,




Love to meet my lips at night crawling
Bibirku menjemput cinta di saat malam merayap


Lay my tongue sucking all the rest of the time,

Lidahku terkapar mengisap setiap sisa waktu,

Crushed to the edge by edge,
Melumat ke tepi demi tepi,


Enjoying the last pulse,
Menikmati dalam denyut nadi terakhir,


Splitting the taste for pleasure is not perfect,
Membelah rasa untuk birahi yang tak sempurna,





Love to meet my lips at night crawling
Bibirku menjemput cinta di saat malam merayap


Slowly sing in lament, lamentation,
Perlahan bernyanyi dalam ratapan-ratapan,


For each remaining from the torment of love that crazy.
Untuk setiap sisa dari siksa cinta yang kalap.

STORY OF THE LUST (KISAH DARI NAPSU)

BY: YIYIN N HEART (DUAL VERSI/ENGLISH - INDONESIA)


I walked among the hot time,

Aku berjalan di antara terik waktu,


the lost heat is absorbed best in every morning,
panas yang sesat adalah serapan terindah di tiap pagi,


there is breath in crashes sip bitter herbs,
ada napas yang tergulir di seteguk jamu pahit,


pulse during boiling and pervasive,

saat denyut nadiku mendidih dan merasuk,



my heart flew like a weed that bitch,

hatiku melayang seperti ilalang yang jalang,



when my chest slowly wailing and pleading,

ketika perlahan dadaku meratap dan memohon,



my blood up and down, moving pervasive and sulk,

darahku naik dan turun, bergerak merasuk dan merajuk,


love, this is my soul!
cinta, inilah nafsuku!

GOD AND PRAYER (TUHAN DAN DOA)

I slumped in time,
Aku terpuruk dalam waktu,

God, look at the face of this naked,
Tuhan, lihatlah wajah telanjang ini,

It was ugly and meaningless,
Sungguh jelek dan tak bermakna,

For a moment, looking, quiet wounded,
Sesaat mencari, senyap terluka,


God I was chained in the darkness of the soul,
Tuhan aku terbelenggu di kegelapan jiwa,

Empty without feeling my blood,
Kosong darahku tanpa rasa,

I and prayer, my Lord is the beginning and end of

Aku dan doa, Tuhanku adalah awal dan akhir

From figure guts torn and broken,
Dari sesosok nyali yang koyak dan terobek,


I was restless and prayer and full of pain,
Adalah aku dan doa yang resah dan penuh kesakitan,

It is a breath in the quiet night,
Adalah sebuah napas dalam lengang malam,

And prayer is that I, who sleep and pain, which was destroyed at the end of hope,
Adalah aku dan doa, yang tidur dan sakit, yang hancur di penghujung harap,

Wailed in a quiet spot, cried all the taste, tortured, imprisoned, and trapped!
Meratap di titik sepi, menangis di sepanjang rasa, tersiksa, terpenjara, dan terperangkap!

Lord, I am who and for what?
Tuhan, aku siapa dan untuk apa?